Minggu, 21 April 2013

Anak ngelawan Ortu?? Mungkin ini loh Penyebabnya!

8 Penyebab anak berperilaku keras kepala dan suka 

melawan orangtua antara.



To do point aja ya..
Aku lagi sebel ni sama salah satu keluarga (maaf bukan maksud mencemarkan nama baik org yaa cuma curcol dikit aja). bukannya kesel yang gimana-gimana sieh, cuma rada sebel aja sama si orangtua itu yang sisi negatif sifatnya yang suka (kesannya) nggak perduli n kurang perhatian sama anak-anak kandungnya sendiri (anaknya masih kecil2). alhasil si anak jadi kurang banget ilmu pengetahuan dini dalam hidup dengan rata-rata normal anak seusianya. anak jadi gampang pemarahlah, bicara kasar terhadap yang lebih tua, mudah terpancing emosi, pelit banget dan nakal sekali, yang kalo menurut saya sieh untuk anak seusia Balita itu pada normalnya kan seharusnya tidak terlalu memiliki sifat emosional seperti itu.
adapun untuk hipotesis saya, hal tersebut dikarenakan tiada lain tiada bukan yakni gegara kurang perhatian dan pelajaran dari Orangtuanya (terutama sang Ibu).

Hmm browsing-browsing eh ternyata nemu kemungkinan yang menyebabkan anak berperilaku keras kepala dan suka bandel sama ortunya. ini ni buat Ortu atau calon Ortu (termasuk saya) mudah-mudahan tulisan ini bisa jadi masukan untuk bertindak yang tepat kepada anak kelak. 



 





8 Penyebab anak berperilaku keras kepala dan suka melawan orangtua antara lain:

1. Sikap otoriter orangtua, yaitu orangtua terlalu menekan atau memaksa anak untuk menuruti semua kenginannya tanpa melihat kondisi dan kemampuan anak. Orangtua bersikap otoriter kepada anak biasanya karena mereka merasa serbatahu apa yang terbaik untuk anak dan apa yang harus dilakukan anak. 

Orangtua meyakini bahwa untuk berhasil dalam membimbing, mengarahkan perilaku, dan mendidik anak sehingga menjadi anak yang baik diperlukan cara-cara yang tegas dan keras. Anak yang merasa terus ditekan atau dipaksa dan merasa tidak mampu memenuhi semua keinginan orangtua pada akhirnya akan menunjukkan sikap melawan.

2. Berbicara kepada anak di saat yang tidak tepat. Kerap kali terjadi, misalnya orangtua meminta anak melakukan sesuatu, padahal anak tengah asyik bermain atau menikmati aktivitas kesukaannya. Anak pun merasa terganggu dengan permintaan orangtuanya tersebut. Dalam kondisi seperti ini, anak biasanya akan mengabaikan permintaan orangtuanya, menunda melaku¬kannya, atau langsung menolaknya. Jika orangtua terus memaksa, sangat mungkin akan terjadi ketegangan atau konflik dengan anak.



3. Anak sangat menginginkan sesuatu, tetapi orangtuanya tidak dapat memenuhi keinginan tersebut. Anak pun kemudian menunjukkan perilaku keras kepala atau suka melawan orangtua. Anak melakukan ini untuk mencari perhatian orangtua dan sebagai cara untuk menyampaikan protes. Anak berharap dengan perubahan perilaku yang ditunjukkannnya, orangtua mau memenuhi keinginannya.

4. Anak dibiarkan tumbuh tanpa bimbingan. Hal ini bisa terjadi ketika orangtua terlalu sibuk dengan pekerjaannya atau memang orangtua kurana mampu memberi perhatian dan didikan yang dibutuhkan anak hingga nilai-nilai kebaikan, seperti sopan santun, menghargai orang lain, atau batasan benar-salah, boleh¬ tidak boleh, tidak tertanam dengan baik pada diri anak. Anak pun tumbuh menjadi pribadi yang egois dan suka melawan orangtua.

5. Pengaruh lingkungan. Anak begitu mudah meniru perilaku teman-¬temannya, orang-orang lain yang dikenalnya, atau tayangan televisi. Ketika anak mendapati teman-temannya atau orang lain menunjukkan perilaku suka melawan kepada orangtua, anak-anak pun akan dengan mudah melakukan hal yang sama.


6. Mencontoh perbuatan orangtuanya. Mungkin anak sering melihat kedua orangtuanya bertengkar atau bersikap keras kepala. Atau, anak melihat orangtuanya tidak patuh kepada nenek dan kakeknya. Anak pun dapat terdorong untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan orangtuanya.

7. Anak terlalu dimanja oleh orangtuanya. Semua keinginanya selalu diberikan. 


Jika suatu saat ada keinginannya yang tidak dipenuhi, anak akan memprotes dan melawan.

8. Hubungan antara orangtua dan anak tidak harmonis. Ikatan kasih sayang dan pengertian antara mereka pun kurang. Kondisi ini rentan menimbulkan konflik antara orangtua dan anak.



Nah buat para orangtua yang punya anak masih Balita atau Batita, semoga bisa lebih memperhatikan lagi tumbuh-kembang sang anak yaa... semoga selalu sayang dan mengajarkan kebaikan hidup kepada sesama.
Trim's...

Senin, 03 September 2012

SERTIFIKASI GURU 2012 GURU HARUS BENAR-BENAR PROFESIONAL

SERTIFIKASI GURU HARUS SEHAT?



Assalamu'alaikum seluruh guru dan ataupun calon guru di indonesia...
bagaimana nieh kabarnya? masih semangat kan dalam mengajar, mendidik, dan mengayomi siswa-siswa nya??? iya?? Alhamdulillah...
ibu/bapak guru yang terhormat.. pada tau ga ya gimana rasa senangnya para siswa ketika pembelajaran ibu/bapak guru di kelas menyenangkan, apalagi jika melibatkan siswa langsung dalam setiap proses pembelajarannya, uuhh seneng banget tu siswa-siswinya..
ketika nama siswa disebut dan disuruh maju mangerjakan soal di papan tulis, ketika nama siswa di sebut dan diminta menyampaikan pendapatnya terkait materi yang sedang dibahas, ataupun nama siswa disebut di kelas ketika menjawab pertanyaan dengan benar kemudian bersama mengajak siswa-siswa lainnya untuk memberikan tepuk tangan penghargaan kepada siswa tersebut.... dsb
Subhanallah... pernah terbayang tidak oleh ibu. bapak guru bagaimana rasanya?? rasanya adalah SENANG HATI yang memang akan selalu terbayang-bayang di dalam benak si siswa bahkan sampai ketika pembelajaran dengan ibu/bapak guru telah usai ...

aahh... masa sih??? sok tau deh Rezti ini! kog bisa tau n berani nulis-nulis kayak gini???

hmm maaf sebelumnya teman-teman, bapak/ibi guru, atau apapun profesi anda yang sedang baca tulisan ini, saya bukan sok tau lho... ^_* tapi ini adalah bersumber dari pengalaman pribadi saya waktu SMA, dan sedikit pengalaman saya ketika PPL waktu kuliah..^_^
tapi ini bukan bohong-bohong lho... ini seriusan dan sangat penting uuntuk diperhatikan.. 

oya kenapa sih aku menulis cerita seperti ini??
bukan apa-apa kog.. ini cuma sekedar ingin menambah semangat dan motivasi buat guru-guru yang sedang mencapai titik jenuhnya, dan buat rekan-rekan Mahasiswa FKIP yang sampai sekarang ini masih belum juga muncul minatnya menjadi guru,, dengarkan kata-kata aku.. "jadi guru itu menyenangkan Lho" ^_^
alasan berikutnya yang menggelitik saya adalah SERTIFIKASI GURU...
aHa.......
2 kalimat itu siapa sih orang-orang di dunia pendidikan yang belum kenal dengan istilah tersebut?? nahkan orang awam sekalipun banyak yang sudah lebih paham mengenai sertifikasi guru.
mungkin disini aku tidak membahas detilnya sertifikasi guru, karena aku rasa udah pada tau, tapi aku ingin kembali menyulut motivasi kita.............
Pemerintah telah memperhatikan dunia pendidikan Indonesia dengan sungguh-sungguh, hal ini terlihat dari adanya Bantuan Operasional sekolah (BOS) yang diperuntukkan membiayai sekolah siswa, dan sertifikasi guru yang diperuntukkan meningkatkan kesejahteraan guru..
SRTIFIKASI GURU, HARUS SEHAT??
iya..
sehat dalam artian proses realisasi nya dalam segala aspek.. dalam artian tidak ada penyelewengan dalam bentuk apapu, bukan hanya dari segi dana, tetapi juga harus sehat dalam pelaksanaan peningkatan kualitas diri seorang guru profional yang telah bersertifikat tersebut.

hmm ibu/bapak guru yang udah sering cair sertifikasinya, gimana Alhamdulillah sangat bersyukur ya karena pasti menjadi lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarganya.
tapi pernahkah terbayang oleh ibu/bapak guru untuk semakin meningkatkan kualitas pembelajarannya di kelas??? dengan meningkatnya kesejahteraan guru, pernahkah terpikir untuk  mengganti media pembelajaran milik ibu/bapak guru yang sudah tidak layak pakai atau telah ketinggalan kurikulum??? bagaimana dengan kualitas bahan ajar yang ibu/bapak guru berikan kepada siswanya?? 
jika telah meningkatkan kualitas, maka syukur Alhamdulillah ^_^ berarti ibu/bapak guru benar-benar membagi kebahagiaan kepada siswanya.
tapi kalau belum???@_@
ayo bu kita sama-sama ingat wajah-wajah polos siswa di kelas yang sungguh-sungguh ingin belajar dan mendambakan selalu kehadiran ibu/bapak guru memberikan pelajaran di kelas.. yuk kita coba ingat anak ibu/bapak guru juga bersekolah dan tentunya mendambakan guru profesional yang baik hati,, yuk kita sama-sama ingat kalau ibu/bapak guru adalah PAHLAWAN TANPA TANDA JASA tetapi jasa-jasanya itu sangat luar biasa manfaatnya.

Aku bukan ingin menggurui, bukan sok tau dan pandai bicara,, bukan paling pintar di dunia, tapi aku hanya seorangg yang ingin selalu mengingatkan dan selalu ingin diingatkan oleh banyak orang .. agar kita semua selalu baru dan menadi lebih baik lagi ^_^