8 Penyebab anak berperilaku keras kepala dan suka
melawan orangtua antara.
To do point aja ya..
Aku lagi sebel ni sama salah satu keluarga (maaf bukan maksud mencemarkan nama baik org yaa cuma curcol dikit aja). bukannya kesel yang gimana-gimana sieh, cuma rada sebel aja sama si orangtua itu yang sisi negatif sifatnya yang suka (kesannya) nggak perduli n kurang perhatian sama anak-anak kandungnya sendiri (anaknya masih kecil2). alhasil si anak jadi kurang banget ilmu pengetahuan dini dalam hidup dengan rata-rata normal anak seusianya. anak jadi gampang pemarahlah, bicara kasar terhadap yang lebih tua, mudah terpancing emosi, pelit banget dan nakal sekali, yang kalo menurut saya sieh untuk anak seusia Balita itu pada normalnya kan seharusnya tidak terlalu memiliki sifat emosional seperti itu.
adapun untuk hipotesis saya, hal tersebut dikarenakan tiada lain tiada bukan yakni gegara kurang perhatian dan pelajaran dari Orangtuanya (terutama sang Ibu).
Hmm browsing-browsing eh ternyata nemu kemungkinan yang menyebabkan anak berperilaku keras kepala dan suka bandel sama ortunya. ini ni buat Ortu atau calon Ortu (termasuk saya) mudah-mudahan tulisan ini bisa jadi masukan untuk bertindak yang tepat kepada anak kelak.

![]() |
8 Penyebab anak berperilaku keras kepala dan suka melawan orangtua antara lain:
1. Sikap otoriter orangtua, yaitu orangtua terlalu menekan atau memaksa anak untuk menuruti semua kenginannya tanpa melihat kondisi dan kemampuan anak. Orangtua bersikap otoriter kepada anak biasanya karena mereka merasa serbatahu apa yang terbaik untuk anak dan apa yang harus dilakukan anak.
Orangtua meyakini bahwa untuk berhasil dalam membimbing, mengarahkan perilaku, dan mendidik anak sehingga menjadi anak yang baik diperlukan cara-cara yang tegas dan keras. Anak yang merasa terus ditekan atau dipaksa dan merasa tidak mampu memenuhi semua keinginan orangtua pada akhirnya akan menunjukkan sikap melawan.
2. Berbicara kepada anak di saat yang tidak tepat. Kerap kali terjadi, misalnya orangtua meminta anak melakukan sesuatu, padahal anak tengah asyik bermain atau menikmati aktivitas kesukaannya. Anak pun merasa terganggu dengan permintaan orangtuanya tersebut. Dalam kondisi seperti ini, anak biasanya akan mengabaikan permintaan orangtuanya, menunda melaku¬kannya, atau langsung menolaknya. Jika orangtua terus memaksa, sangat mungkin akan terjadi ketegangan atau konflik dengan anak.
3. Anak sangat menginginkan sesuatu, tetapi orangtuanya tidak dapat memenuhi keinginan tersebut. Anak pun kemudian menunjukkan perilaku keras kepala atau suka melawan orangtua. Anak melakukan ini untuk mencari perhatian orangtua dan sebagai cara untuk menyampaikan protes. Anak berharap dengan perubahan perilaku yang ditunjukkannnya, orangtua mau memenuhi keinginannya.
4. Anak dibiarkan tumbuh tanpa bimbingan. Hal ini bisa terjadi ketika orangtua terlalu sibuk dengan pekerjaannya atau memang orangtua kurana mampu memberi perhatian dan didikan yang dibutuhkan anak hingga nilai-nilai kebaikan, seperti sopan santun, menghargai orang lain, atau batasan benar-salah, boleh¬ tidak boleh, tidak tertanam dengan baik pada diri anak. Anak pun tumbuh menjadi pribadi yang egois dan suka melawan orangtua.
5. Pengaruh lingkungan. Anak begitu mudah meniru perilaku teman-¬temannya, orang-orang lain yang dikenalnya, atau tayangan televisi. Ketika anak mendapati teman-temannya atau orang lain menunjukkan perilaku suka melawan kepada orangtua, anak-anak pun akan dengan mudah melakukan hal yang sama.
6. Mencontoh perbuatan orangtuanya. Mungkin anak sering melihat kedua orangtuanya bertengkar atau bersikap keras kepala. Atau, anak melihat orangtuanya tidak patuh kepada nenek dan kakeknya. Anak pun dapat terdorong untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan orangtuanya.
7. Anak terlalu dimanja oleh orangtuanya. Semua keinginanya selalu diberikan.
Jika suatu saat ada keinginannya yang tidak dipenuhi, anak akan memprotes dan melawan.
8. Hubungan antara orangtua dan anak tidak harmonis. Ikatan kasih sayang dan pengertian antara mereka pun kurang. Kondisi ini rentan menimbulkan konflik antara orangtua dan anak.
Nah buat para orangtua yang punya anak masih Balita atau Batita, semoga bisa lebih memperhatikan lagi tumbuh-kembang sang anak yaa... semoga selalu sayang dan mengajarkan kebaikan hidup kepada sesama.
Trim's...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar